septiani's blog. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

3.Pemahaman Konsep Proses Produksi


Produksi adalah kegiatan manusia untuk membuat suatu produk barang maupun jasa. Bila kita mengamati kegiatan produksi, banyak faktor yang berkaitan antara satu dengan yang lain, seperti: bahan baku, peralatan, dan tenaga.
Produksi merupakan suatu sistem, pasti di dalamnya terkandung tiga unsur yaitu : INPUT, PROSES dan OUTPUT seperti yang  terlihat pada bagan berikut ini.
Input dan Output Proses Produksi
Input dalam proses produksi terdiri atas bahan baku/bahan mentah, energi yang digunakan dan informasi yang diperlukan.
Proses merupakan kegiatan yang mengolah bahan, energi dan informasi perubahan  sehingga menjadi barang jadi  (output).
Output merupakan barang jadi sebagai hasil yang dikehendaki, sedangkan output limbah harus diminimalkan agar tidak mengganggu lingkungan.
Kenyataan yang dapat ditemui dalam kehidupan sehari-hari, proses produksi  dilakukan dengan cara berikut.
1. Manual/tradisional : dilakukan dengan menggunakan tangan, contoh pembuatan anyaman dan  ukiran
2. Semi otomatis: sudah ada alat bantu yang menggunakan mesin
3. Otomatis/modern: menggunakan mesin sistem robot yang diprogram dengan bantuan komputer.
Untuk membedakan proses kerja secara manual, dengan proses kerja  mesin, atau proses kerja secara otomatis perlu dipahami inputnya.
Bekerja secara manual, tenaga yang dikeluarkan  dan pengendalian alat yang digunakan berasal dari manusia yang bekerja. Bekerja semi otomatis,    tenaga atau energi disuplai oleh tenaga listrik dan pengendalian masih memerlukan manusia(orang yang bekerja) walaupun sebagian tenaga sudah dibantu oleh mesin. Bekerja secara otomatis,   tenaga maupun pengendalian disuplai oleh mesin.

Dalam melakukan produksi manusia selalu memikirkan bagaimana agar produknya dapat dibuat dengan efektif dan efisien. Oleh karena itu  mereka harus menemukan teknik atau metode yang lebih baik, lebih mudah,   dan bermanfaat. Berpikir seperti ini berarti telah berfikir  “Teknologi Produksi “
Dengan demikian, teknologi produksi merupakan cara manusia untuk membuat produk dengan melibatkan berbagai faktor secara praktis, cepat, mutu baik, dan murah.

PROSES PRODUKSI
Dahulu di Indonesia banyak produk dibuat dengan tanga(secara manual/tradisional). Sekarang  produk-produk makin banyak dan melimpah jumlahnya sehingga diperlukan tenaga kerja yang banyak. Produksi dengan jumlah yang besar disebut produksi masal dan produksi serial. Produksi seperti ini dapat dilaksanakan dengan berbagai cara, misalnya industri keranjang. Setiap pekerja membuat produknya secara lengkap, mulai dari bahan mentah hingga produk akhir. Kemungkinan lain setiap karyawan hanya membuat satu bagian saja dan secara berurutan akhirnya menghasilkan produk akhir.  Sistem ini sering menggunakan ban berjalan (alur produksi). Setiap bagian produk yang telah selesai, ditempatkan pada ban berjalan dan dipindahkan ke tempat kerja berikutnya.

Sistem ini, pekerjaan dilaksanakan pada satu tempat yang sama. Yang penting untuk diperhatikan melalui sistem ini adalah jangan sampai terjadi penumpukan pada satu bagian. Bila hal ini tidak diperhatikan, akan terjadi kemacetan dalam proses produksi. Pekerjaan seperti ini ada saling ketergantungan di antara pekerja sehingga mereka harus memiliki tanggung jawab terhadap pekerja lain. Proses produksi secara keseluruhan dilakukan dengan menggunakan ban berjalan. Mulai proses perakitan hingga dihasilkan produksi jadi.

Cara memproduksi mempengaru-hi harga sebuah produk. Produk yang dibuat secara manual sering lebih mahal daripada produk yang dibuat dengan mesin. Sebagai contoh produk taplak, harganya lebih mahal. Namun, karena orang cenderung ingin tampil beda atau tidak ada yang menyamai sehingga harga kadang-kadang tidak begitu dipersoalkan oleh mereka.
       
PERENCANAAN PRODUKSI
Perencanaan adalah suatu fungsi dari manajemen yang menentukan usaha dan tindakan-tindakan yang perlu diambil oleh pimpinan perusahaan.
Perencanaan produksi merupakan pegangan untuk merancang jadwal induk produksi. Sehingga perencanaan produksi mempunyai tujuan sebagai langkah awal untuk menentukan   aktivitas produksi dan sebagai masukan rencana sumber daya.
Perencanaan dapat dibedakan antara perencanaan yang bersifat umum dan perencanaan produksi.
a. Perencanaan bersifat umum adalah perencanaan kegiatan dilaksanakan oleh perusahaan untuk mencapai tujuan pada jangka panjang.
b. Perencanaan produksi adalah perencanaan dan pengorganisasian mengenai pekerja, bahan, mesin, dan peralatan serta modal yang diperlukan untuk memproduksi barang dengan suatu metode tertentu yang sesuai dengan yang diramal dan kemampuan pada perusahaan.

JENIS-JENIS PERENCANAAN PRODUKSI
Jenis perencanaan produksi dapat dibedakan atas perencanaan produksi jangka pendek dan jangka panjang. Perencanaan  jangka pendek adalah perencanaan yang berupa penentuan kegiatan produksi yang dilakukan dalam jangka waktu kurang dari satu tahun dan berhubungan dengan pengaturan operasi. Sedangkan perencanaan produksi jangka panjang adalah perencanaan yang dilakukan dalam jangka waktu lebih dari lima tahun dan berhubungan dengan pengembangan produk.
   

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar