septiani's blog. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

2. Karyawan Berkinerja Istimewa

Tidak sedikit karyawan dalam sebuah perusahaan yang memiliki kecakapan, dengan memfokuskan pada kelompok kecil karyawan berpotensi, perusahaan tidak ingin kehilangan karyawan berkinerja istimewa yang memiliki peran penting terhadap keberhasilan perusahaan. Karyawan berkinerja istimewa mungkin saja tidak memiliki potensi untuk menempati posisi yang lebih tinggi dan berarti, namun mereka memang memberikan kontribusi dan memiliki kapabilitas untuk memberi nilai tambah yang sangat berarti bagi kinerja perusahaan. Motivasi dan pengembangan mereka merupakan kunci untuk menjamin keberhasilan perusahaan. Sebagaimana halnya dengan upaya sistematis yang dilakukan perusahaan dengan manajemen talenta yang memfokuskan pada posisi kunci dan karyawan yang punya potensi tinggi, maka perlu juga upaya sistematis untuk mengidentifikasi dan mengembangkan karyawan berkinerja istimewa tersebut.

Sembilan puluh persen (90%) karyawan yang tidak teridentifikasi sebagai karyawan yang berpotensi tinggi termasuk diantara 15-20% yang teridentifikasi sebagai karyawan berkinerja istimewa namun tidak memiliki potensi untuk menempati pekerjaan lebih besar dan lebih berarti. Perusahaan harus juga fokus kepada karyawan berkinerja istimewa dengan cara mengidentifikasi melalui proses manajemen talenta, misalnya dengan melakukan proses assessment objektif oleh pihak eksternal, melakukan validasi siapa saja yang termasuk katagori ini serta memahami atau mengetahui siapa penyumbang istimewa yang saat ini dan apa yang harus dilakukan oleh perusahaan agar mereka tetap termotivasi dan dapat berkembang.

Proses manajemen talenta juga juga harus dapat mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan dari karyawan berkinerja istimewa, apa saja yang mereka perlukan agar mereka bekerja lebih efektif dalam pekerjaan saat ini. Biasanya karyawan berkinerja istimewa ingin lebih memperluas tanggung jawabnya, dan menjadi orang yang ahli di dalam wilayah pekerjaannya dan lebih dikenal di luar unit kerjanya masing-masing. Mereka dapat menyumbangkan pikiran dan tenaganya, dan pada saat yang sama tetap menempati posisi yang ada, karena hal itu akan cukup memotivasi karyawan type ini.

Manajemen dapat membantu karyawan jenis ini untuk meningkatkan kedalaman atas keahlian mereka dan menjadikan meereka karyawan yang berkinerja lebih istimewa. Dari sudut pandang aspek motivasi, peningkatan kompetensi memberi mereka suatu penghargaan dan merasa bahwa perusahaan ikut mengembangkan karir mereka dan menginginkan perusahaan terus melakukannya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar